Senin, 19 Januari 2026

CANDI BIMA YANG EXOTIC DI BUMI DIENG BANJARNEGARA

    DATARAN DIENG, merupakan dataran tinggi yang berada di Provinsi Jawa Tengah dan terletak diantara 2 kabupaten yakni Kabupaten Banjarnegara dan Kabupaten Wonosobo. Dieng sendiri terkenal dengan keindahan alam dan dataran tinggi yang sejuk. Selain itu, Dieng juga menjadi obyek wisata andalan di Jawa Tengah. 

    Daerah Dieng merupakan daerah yang memiliki beberapa obyek wisata sejarah yang mempersona yakni ada Candi Arjuna, Candi Setyaki, Candi Dwarawati, Candi Bima, dll. Dari beberapa candi tersebut, Candi Bima adalah candi yang paling unik, karena memiliki gaya yang khas dari yang lain. 

Candi Bima tampak dari samping


    Candi Bima secara administratif terletak di Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara. Jika dari titik 0 Dieng ke Candi Bima sendiri tidak terlalu jauh dan bisa dijangkau oleh kendaraan umum maupun pribadi. 

    Bangunan Candi Bima ini merupakan bangunan suci yang masih berdiri kokoh sampai sekarang. Candi ini diyakini sebagai candi pemujaan kepada Dewa Siwa. Untuk perkiraan pembangunannya sekitar abad ke 7 hingga abad ke 8 Masehi pada kejayaan dinasti Wangsa Sanjaya yang memiliki kepercayaan beragama Hindu. Selain itu, candi ini juga disebut salah satu candi yang penting dalam sejarah perkembangan agama Hindu khususnya di Pulau Jawa. 

Candi Bima tampak depan

    Megah dan indah, Candi Bima ini diperkirakan memiliki tinggi 8 meter dan mempunyai pondasi alas berbentuk bujur sangkar yang berukuran 6 x 6 meter. Candi ini juga diduga memiliki pengaruh gaya yang khas India Utara yang dapat dilihat dari gaya bagian puncaknya yang membentuk seperti mangkuk yang tengkurap. Candi dengan gaya puncak seperti mangkuk tengkurap ini bisa disebut juga dengan Shikara
 
Ornamen Kudu di Candi Bima

    Selain disebut Candi yang memiliki puncak bergaya Shikara, Candi Bima ini memiliki sebuah keunikan lain yakni terdapat ornamen kudu. Ornamen kudu sendiri berupa sebuah relung atau jendela yang ditengahnya ada relief kepala. Umumnya ornamen kudu ini hanya terdapat pada candi-candi tua di Jawa. Dari adanya ornamen kudu ini Candi Bima tergolong salah satu candi tua di Jawa. Dalam gambar di atas terlihat ornamen kudu yang sudah rusak dan tersisa relungnya yang terdapat di bagian depan Candi Bima. 

Bagian puncak Candi Bima

    Dalam periode lampau, di dalam ornamen kudu masih terdapat relief kepala. Dan dalam Candi Bima sendiri ada 24 relief atau arca kepala. Namun seiring perkembangan zaman menjadi sedemikian rupa seperti yang di gambar. Padahal jika ornamen kudu ini masih lengkap mungkin akan menjadi candi yang unik dan berbeda dari yang lain. 

Tiga lubang yoni di Candi Bima

    Sudut pandang yang unik lainnya terletak pada di dalam Candi Bima. Yakni batu yoni yang memanjang serta memiliki lubang sebanyak 3 buah. Biasanya di atasnya yoni terdapat sebuah lingga, namun pada Candi Bima ini terlihat lubangnya terbuka tanpa adanya lingga. 

Candi Bima tampak megah

    Cerita sedikit seputar penulis kemarin pada tahun 2022, mengunjungi beberapa candi di dataran dieng dan salah satunya Candi Bima ini. Penulis pertama kali ke daerah Dieng, hasilnya bisa kesini dan hanya dipatok biaya parkir saja dan masuknya gratis. Sarannya jika kesini diusahakan di jam kerja diatas pukul 08.00 dan biasanya candi tutup pada pukul 16.00. Sekian terima kasih dan semoga bermanfaat....

Sumber data:
https://diengbanjarnegara.com/listing/candi-bima/?lang=id#adinfo
Skripsi Wahyu Adi Satmoko Tahun 2023 berjudul Ornamen Kudu: Perbandingan Candi Bima dan Candi Sujiwan.

Write : Dhika Rifqi

Jangan Lupa Follow Juga Media Sosial Kami

    Youtube : Dhika Rifqi               
    Instagram : Dh_rifqi                 
    Facebook : Dhika Rifqii            
    Tik Tok : Dh_rifqi / Dh_kreasi 
    Snackvideo : Dh_rifqi               

Jumat, 16 Januari 2026

CERITA KAMPUNG KECIL KLUCU JEBLOG TALUN BLITAR

    Blitar- Kota kecil yang memiliki beragam desa yang masih memiliki cerita kearifan lokal yang cukup menarik. Kabupaten Blitar sendiri memiliki ratusan desa dengan berbagai cerita. Didalam pemerintahan desa masih dibagi lagi menjadi beberapa dusun yang biasanya setiap dusun terdapat cerita yang menarik untuk dibahas.
 
    Dusun Klucu, terletak dalam wilayah administrasi di Kecamatan Talun Desa Jeblog. Rute menuju ke dusun ini jika dari Kota Blitar ambil arah Kanigoro setelah itu ke timur arah Desa Jeblog / Mtsn 2 Blitar. Sesampai di Mtsn 2 Blitar ke timur sedikit akan menjumpai monumen Patwa ( Patung ) diselatan jalan, lalu masuk keselatan dan sampailah di Dusun Klucu.

Dusun Klucu

    Dusun yang masih asri dan suasana nyaman tak luput dari kisah yang menarik. Kisah perjuangan mencetus perkampungan kecil yang sampai sekarang masih ditempati. Berdasarkan cerita yang beredar di masyarakat setempat, dusun Klucu ini dicetus oleh Kh. Imam Syafi' yang merupakan seorang pendatang dari barat. Kh. Imam Syafi'i sendiri menurut cerita tutur, ke daerah ini membabat hutan bersama istri dan kedua anaknya yang masih kecil. Nama Klucu sendiri diambil dari nama mata air yang deras yang dinamakan " Mbelik Klucu ". Untuk lokasi sumbernya sekarang sudah ditutup dan area sekitarnya dimanfaatkan oleh warga sekitar untuk budidaya ikan, lokasi tepatnya mata air dulu dibelakangnya Masjid Klucu. 

Kolam yang dulunya ada kucur

    Masjid Baitul Muflihiin atau akrab disebut dengan masjid Klucu ini merupakan bukti bahwa pembabat hutan itu beragama islam dan masjid ini merupakan masjid kuno yang memiliki nilai historis. Untuk sekarang masjid ini tetap digunakan sebagai tempat beribadah umat islam dengan suasana tempat yang sejuk dan nyaman.

Masjid Klucu

    Kata warga setempat dulu masjid ini ukurannya tidak seperti ini lebih kecil. Namun kondisi yang sekarang seperti yang digambar menjadi semakin bagus dan megah. Dibalik kemegahan masjid ini tepat di belakang tempat imam masjid, terdapat makam keluarga dari pembabat hutan Klucu ini. Yang sekarang dikasihkan cungkup bagus yakni makam pembabat Dusun Klucu ini Kh. Imam Syafi'i dan Makam anaknya H. Yusuf. Kh. Imam Syafi'i wafat pada tahun 1949 berdasarkan tulisan yang di maesannya. 
Makam Kh. Imam Syafi'i dan Anaknya

    Dari tulisan penulis diatas mendapatkan sumber data melalui obrolan dari warga yang sehabis melaksanakan sholat Ashar. Selesai sholat penulis duduk di teras masjid dengan beberapa warga dan dari obrolan tersebut jadilah sebuah tulisan diatas. Salah satu warga yang sempat penulis ajak kenalan yakni Pak Tambeh. 

Ngobrol dengan warga sekitar

    Semoga dari tulisan ini bermanfaat untuk semua kalangan khususnya cerita tutur sejarah. walaupun hanya cerita tutur atau turun temurun namun wajib dilestarikan biar generasi yang mendatang tidak melupakan sejarah. Terima kasih...

Write : Dhika Rifqi

Jangan Lupa Follow Juga Media Sosial Kami

    Youtube : Dhika Rifqi               
    Instagram : Dh_rifqi                 
    Facebook : Dhika Rifqii            
    Tik Tok : Dh_rifqi / Dh_kreasi 
    Snackvideo : Dh_rifqi               

CANDI BIMA YANG EXOTIC DI BUMI DIENG BANJARNEGARA

     DATARAN DIENG , merupakan dataran tinggi yang berada di Provinsi Jawa Tengah dan terletak diantara 2 kabupaten yakni Kabupaten Banjarne...