Jumat, 13 Februari 2026

TEMPAT KERAMAT DI KECAMATAN NGLEGOK BLITAR

  Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Salam Sejahtera bagi kita semua, Rahayuu. Halo pecinta wisata religi yang sedang membaca, selamat datang di blog Petouring Blitar. Pada part kali ini akan membahas seputar beberapa tempat keramat yaa. yukk yukk dibacaaa dan dilihat sampai habisss yaaa.... 

    Tempat keramat atau bisa disebut dengan tempat sakral atau bisa pula katakan tempat yang memiliki memiliki aura religius. Di Blitar raya terdapat banyak tempat yang memiliki nilai sakral yang banyak sekali, meliputi petilasan, sadranan, makam cikal bakal, makam tokoh berpengaruh ataupun sebuah bangunan bersejarah seperti candi. Berikut ini akan kami sebutkan beberapa tempat keramat yang berada di wilayah Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar khususnya;

1. Makam Eyang Iroredjo

Alamat: Dusun Banjarjo, Desa Bangsri.

Makam Eyang Iroredjo

2. Petilasan Mbok Rondo Kuning 

Alamat: Kelurahan Nglegok.

Petilasan Mbok Rondo Kuning Nglegok


3. Punden Mbah Bodho

Alamat : Kelurahan Nglegok.

Arca Mbah Bodho

4. Punden Palulo

Alamat : Dusun Palulo, Kelurahan Nglegok.

Punden Palulo

5. Petilasan Gadhung Melati

Alamat : Dusun Karanganyar, Desa Modangan.

Petilasan Gadhung Melati

6. Umpak Balekambang

Alamat : Desa Modangan.

Umpak Balekambang

7. Situs Arca Warak

Alamat : Desa Modangan.

Situs Arca Warak


Terima kasih sudah membaca beberapa tulisan sedikit dan dokumetasi terkait wisata religi atau tempat keramat yang berada di Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar ini. Di tunggu unggahan berikutnya yaa yang jelas akan lebih menarik lagii. Sekian terima kasih, Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh dan Salam Rahayuu...

NB: Jika ada update dokumentasi tempat keramat akan di update otomatis

Write : Dhika Rifqi

Jangan Lupa Follow Juga Media Sosial Kami

    Youtube : Dhika Rifqi               
    Instagram : Dh_rifqi                 
    Facebook : Dhika Rifqii            
    Tik Tok : Dh_rifqi / Dh_kreasi 
    Snackvideo : Dh_rifqi               

Senin, 19 Januari 2026

CANDI BIMA YANG EXOTIC DI BUMI DIENG BANJARNEGARA

    DATARAN DIENG, merupakan dataran tinggi yang berada di Provinsi Jawa Tengah dan terletak diantara 2 kabupaten yakni Kabupaten Banjarnegara dan Kabupaten Wonosobo. Dieng sendiri terkenal dengan keindahan alam dan dataran tinggi yang sejuk. Selain itu, Dieng juga menjadi obyek wisata andalan di Jawa Tengah. 

    Daerah Dieng merupakan daerah yang memiliki beberapa obyek wisata sejarah yang mempersona yakni ada Candi Arjuna, Candi Setyaki, Candi Dwarawati, Candi Bima, dll. Dari beberapa candi tersebut, Candi Bima adalah candi yang paling unik, karena memiliki gaya yang khas dari yang lain. 

Candi Bima tampak dari samping


    Candi Bima secara administratif terletak di Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara. Jika dari titik 0 Dieng ke Candi Bima sendiri tidak terlalu jauh dan bisa dijangkau oleh kendaraan umum maupun pribadi. 

    Bangunan Candi Bima ini merupakan bangunan suci yang masih berdiri kokoh sampai sekarang. Candi ini diyakini sebagai candi pemujaan kepada Dewa Siwa. Untuk perkiraan pembangunannya sekitar abad ke 7 hingga abad ke 8 Masehi pada kejayaan dinasti Wangsa Sanjaya yang memiliki kepercayaan beragama Hindu. Selain itu, candi ini juga disebut salah satu candi yang penting dalam sejarah perkembangan agama Hindu khususnya di Pulau Jawa. 

Candi Bima tampak depan

    Megah dan indah, Candi Bima ini diperkirakan memiliki tinggi 8 meter dan mempunyai pondasi alas berbentuk bujur sangkar yang berukuran 6 x 6 meter. Candi ini juga diduga memiliki pengaruh gaya yang khas India Utara yang dapat dilihat dari gaya bagian puncaknya yang membentuk seperti mangkuk yang tengkurap. Candi dengan gaya puncak seperti mangkuk tengkurap ini bisa disebut juga dengan Shikara
 
Ornamen Kudu di Candi Bima

    Selain disebut Candi yang memiliki puncak bergaya Shikara, Candi Bima ini memiliki sebuah keunikan lain yakni terdapat ornamen kudu. Ornamen kudu sendiri berupa sebuah relung atau jendela yang ditengahnya ada relief kepala. Umumnya ornamen kudu ini hanya terdapat pada candi-candi tua di Jawa. Dari adanya ornamen kudu ini Candi Bima tergolong salah satu candi tua di Jawa. Dalam gambar di atas terlihat ornamen kudu yang sudah rusak dan tersisa relungnya yang terdapat di bagian depan Candi Bima. 

Bagian puncak Candi Bima

    Dalam periode lampau, di dalam ornamen kudu masih terdapat relief kepala. Dan dalam Candi Bima sendiri ada 24 relief atau arca kepala. Namun seiring perkembangan zaman menjadi sedemikian rupa seperti yang di gambar. Padahal jika ornamen kudu ini masih lengkap mungkin akan menjadi candi yang unik dan berbeda dari yang lain. 

Tiga lubang yoni di Candi Bima

    Sudut pandang yang unik lainnya terletak pada di dalam Candi Bima. Yakni batu yoni yang memanjang serta memiliki lubang sebanyak 3 buah. Biasanya di atasnya yoni terdapat sebuah lingga, namun pada Candi Bima ini terlihat lubangnya terbuka tanpa adanya lingga. 

Candi Bima tampak megah

    Cerita sedikit seputar penulis kemarin pada tahun 2022, mengunjungi beberapa candi di dataran dieng dan salah satunya Candi Bima ini. Penulis pertama kali ke daerah Dieng, hasilnya bisa kesini dan hanya dipatok biaya parkir saja dan masuknya gratis. Sarannya jika kesini diusahakan di jam kerja diatas pukul 08.00 dan biasanya candi tutup pada pukul 16.00. Sekian terima kasih dan semoga bermanfaat....

Sumber data:
https://diengbanjarnegara.com/listing/candi-bima/?lang=id#adinfo
Skripsi Wahyu Adi Satmoko Tahun 2023 berjudul Ornamen Kudu: Perbandingan Candi Bima dan Candi Sujiwan.

Write : Dhika Rifqi

Jangan Lupa Follow Juga Media Sosial Kami

    Youtube : Dhika Rifqi               
    Instagram : Dh_rifqi                 
    Facebook : Dhika Rifqii            
    Tik Tok : Dh_rifqi / Dh_kreasi 
    Snackvideo : Dh_rifqi               

Jumat, 16 Januari 2026

CERITA KAMPUNG KECIL KLUCU JEBLOG TALUN BLITAR

    Blitar- Kota kecil yang memiliki beragam desa yang masih memiliki cerita kearifan lokal yang cukup menarik. Kabupaten Blitar sendiri memiliki ratusan desa dengan berbagai cerita. Didalam pemerintahan desa masih dibagi lagi menjadi beberapa dusun yang biasanya setiap dusun terdapat cerita yang menarik untuk dibahas.
 
    Dusun Klucu, terletak dalam wilayah administrasi di Kecamatan Talun Desa Jeblog. Rute menuju ke dusun ini jika dari Kota Blitar ambil arah Kanigoro setelah itu ke timur arah Desa Jeblog / Mtsn 2 Blitar. Sesampai di Mtsn 2 Blitar ke timur sedikit akan menjumpai monumen Patwa ( Patung ) diselatan jalan, lalu masuk keselatan dan sampailah di Dusun Klucu.

Dusun Klucu

    Dusun yang masih asri dan suasana nyaman tak luput dari kisah yang menarik. Kisah perjuangan mencetus perkampungan kecil yang sampai sekarang masih ditempati. Berdasarkan cerita yang beredar di masyarakat setempat, dusun Klucu ini dicetus oleh Kh. Imam Syafi' yang merupakan seorang pendatang dari barat. Kh. Imam Syafi'i sendiri menurut cerita tutur, ke daerah ini membabat hutan bersama istri dan kedua anaknya yang masih kecil. Nama Klucu sendiri diambil dari nama mata air yang deras yang dinamakan " Mbelik Klucu ". Untuk lokasi sumbernya sekarang sudah ditutup dan area sekitarnya dimanfaatkan oleh warga sekitar untuk budidaya ikan, lokasi tepatnya mata air dulu dibelakangnya Masjid Klucu. 

Kolam yang dulunya ada kucur

    Masjid Baitul Muflihiin atau akrab disebut dengan masjid Klucu ini merupakan bukti bahwa pembabat hutan itu beragama islam dan masjid ini merupakan masjid kuno yang memiliki nilai historis. Untuk sekarang masjid ini tetap digunakan sebagai tempat beribadah umat islam dengan suasana tempat yang sejuk dan nyaman.

Masjid Klucu

    Kata warga setempat dulu masjid ini ukurannya tidak seperti ini lebih kecil. Namun kondisi yang sekarang seperti yang digambar menjadi semakin bagus dan megah. Dibalik kemegahan masjid ini tepat di belakang tempat imam masjid, terdapat makam keluarga dari pembabat hutan Klucu ini. Yang sekarang dikasihkan cungkup bagus yakni makam pembabat Dusun Klucu ini Kh. Imam Syafi'i dan Makam anaknya H. Yusuf. Kh. Imam Syafi'i wafat pada tahun 1949 berdasarkan tulisan yang di maesannya. 
Makam Kh. Imam Syafi'i dan Anaknya

    Dari tulisan penulis diatas mendapatkan sumber data melalui obrolan dari warga yang sehabis melaksanakan sholat Ashar. Selesai sholat penulis duduk di teras masjid dengan beberapa warga dan dari obrolan tersebut jadilah sebuah tulisan diatas. Salah satu warga yang sempat penulis ajak kenalan yakni Pak Tambeh. 

Ngobrol dengan warga sekitar

    Semoga dari tulisan ini bermanfaat untuk semua kalangan khususnya cerita tutur sejarah. walaupun hanya cerita tutur atau turun temurun namun wajib dilestarikan biar generasi yang mendatang tidak melupakan sejarah. Terima kasih...

Write : Dhika Rifqi

Jangan Lupa Follow Juga Media Sosial Kami

    Youtube : Dhika Rifqi               
    Instagram : Dh_rifqi                 
    Facebook : Dhika Rifqii            
    Tik Tok : Dh_rifqi / Dh_kreasi 
    Snackvideo : Dh_rifqi               

Sabtu, 07 Juni 2025

SEJARAH KELURAHAN JINGGLONG SUTOJAYAN BLITAR

    Kelurahan Jingglong, merupakan sebuah kelurahan yang berada di Kecamatan Sutojayan, Kabupaten Blitar. Kelurahan Jingglong sendiri terdiri terdapat dua lingkungan, yaitu Lingkungan Jingglong dan Lingkungan Bening. 

Gapura Selamat Datang Kel. Jingglong


Batas Kelurahan Jingglong

Utara       : Berbatasan dengan Kelurahan Jegu
Barat       : Berbatasan dengan Kelurahan Kalipang
Timur      : Areal Persawahan 
Selatan    : Berbatasan dengan Kelurahan Sutojayan dan Desa Sukorejo


SEJARAH SINGKAT SEBELUM TERBENTUKNYA KELURAHAN JINGGLONG

    Pada tahun sekitar 1816, terdapat sebuah Padukuhan yang terdiri 4 Dukuh, diantaranya Jingglong, Sukorejo, Sumberjo dan Njudeg. Untuk pusat pemerintahannya berada di Sukorejo.

Urutan Kepala Pemerintahan Padukuhan

1. Demang Wongsotirto (Demang pertama)
2. Demang Tenggor 
3. Iromejo
4. Bejo Sentono
5. Demang Martowikromo

    Setelah Pemerintahan terakhir yang dipimpin oleh Demang Martowikromo. Pada tahun 1901, setiap dukuh dapat membeli tahan ganjaran atau tanah bengkok dan akhirnya setiap dukuh menjadi desa sendiri-sendiri. 

KEPALA PEMERINTAHAN KELURAHAN JINGGLONG

1. Ahmad Darso (1 th)

2. Dahlan (8 th)

3. Slamet Hardjo Sentono (3 th)

    Pada masa pemerintahan Pak Slamet, pusat pemerintahan berada dirumahnya sendiri. untuk akses jalannya mulai dilebarkan pada pemerintahan pak slamet ini dengan babinsa Pak Dimyati (asli warga Jinglong) 

    Bapak Slamet ini meninggal kemungkinan pada tahun 1971. untuk makamnya berada di pemakaman umum Kelurahan Jingglong. 

4. Sakri (-/+ 9 th)

    Setelah masa pemerintahan Pak Slamet, diadakan Karteker ( orang yang menangani jabatan )atau bisa dibilang pemerintahan sementara. Setelah itu, terdapat pemilihan lurah yang kemudian dimenangkan oleh Pak Sakri yang merupakan anak dari Pak Slamet Hardjo. Pada saat pemerintahan dipimpin oleh Pak Sakri, Jingglong terdapat beberapa kemajuan seperti Jalan mulai diaspal dan listrik masuk desa.

    Seingin perkembangan zaman wilayah jingglong menjadi Kelurahan dan Pak Sakri diangkat pegawai negeri pertama yang menjabat di Kelurahan Jingglong.

5. Saidi (2 th)

6. Herman (19 bulan)

Untuk Pak Herman sendiri dilantik oleh Pak Bupati sendiri tanpa pemilihan lurah. 

7. Suprianto (6 bulan)

8. Toha Masyuri (1 th)

9. Muslih Hadi Wibowo (8 th)

10. Suparno (3 th) 

11. Slamet Eko (2 th)

12. Yahdi Suyatno (2 th) 

13. Basrowi (14 bulan)

14. Eka Mulyana 


SEJARAH PENAMAAN LINGKUNGAN BENING

    Lingkungan Bening, konon terbentuk dari nama sebuah sumber air yang paling jenih. Jadi berasal dari kata jernih yang dalam bahasa jawa disebut " bening ", Lalu muncul penamaan Dusun Bening (sebelum menjadi kelurahan). Dulunya area sumber air ini adalah hutan yang dipenuhi dengan bambu. Untuk lokasinya sumber air tersebut dulu berada di sekitaran selatan lapangan Bening.Untuk sekarang ini sumber air tersebut sudah kering. 


SADRANAN MBAH KUNDEN

    Tepat disebelah timur Lapangan Bening terdapat sebuah pohon beringin besar dan 2 batu hitam yang disebut oleh warga setepat yaitu " Sadranan Mbah Kunden ". Mbah Kunden sendiri konon kata orang jaman dulu merupakan cikal bakal yang dulunya sebuah hutan lebat ( area lapangan Bening dan sekitarnya). 

Sadranan Mbah Kunden

    Konon Mbah kunden ini juga sering dibilang dulu merupakan sebuah palereman atau tempat singgah, namun ada juga yang bilang petilasan. Dulu, ditengah pohon beringin ada sebuah Arca sebanyak 7 buah , dan Konon dulu ditengah pohon tersebut orang-orang bisa masuk disitu. 

Sadranan mbah Kunden ini sampai sekarang tetap digunakan seperti acara Slamatan, Bersih Kelurahan dll.


MASJID AL MUBAROK 

    Masjid ini merupakan sebuah masjid yang berada di Lingkungan Bening, yang konon sebuah masjid tertua di Kelurahan Jingglong. Untuk pembangunan nya perkiraan dibangun pada tahun 1957. 


ASAL PENAMAAN JINGGLONG

    Asal kata Jingglong sendiri konon berasal dari bahasa jawa "njeglong-njeglong" atau tidak rata. 


SADRANAN MBAH AGENG

    Mbah Ageng sendiri kemungkinan merupakan makam sebuah pembabat hutan area Jingglong.


SADRANAN MBAH GLATAK

    Dulu terdapat beberapa batu hitam besar-besar dan terdapat Pohon Kecik Tanjung. Namun tempat ini sekarang sudah tiada, dikarenakan tanah area mbah glatak sudah diperjual belikan dan untuk sekarang area tersebut menjadi sebuah kandang ayam. Namun untuk bebatuannya hitamnya dipindahkan di makam umum Kelurahan Jingglong dan tetap dijadikan Sadranan. Untuk yang memindah sadranan tersebut bernama Mbah Kyai Jaelani. 

    Mbah Kyai Jaelani sendiri merupakan sebuah tokoh yang mendalami bidang pemindahan barang-barang yang berkaitan dengan mistis.  


SERBA SERBI JINGGLONG ZAMAN DAHULU

    Dulu Jingglong merupakan sebuah tempat dataran rendah yang setiap musim penghujan pasti banjir. namun seiiring perkembangan pemerintahan akhirnya dibuatlah saluran irigasi dan tanahnya dijadikan jalan. Jingglong dulu banjir perkiraan sekitar tahun 1966-1967. 

    Untuk pagar perumahan dahulu bernama " Gaplok ". nama Gaplok sendiri merupakan sebuah bambu yang ditatah dan disatukan antar bambu yang digapit-gapit .



Sumber dari hasil wawancara sesepuh Lingkungan Bening Jingglong dan Kepala Kelurahan Jingglong

dokumentasi wawancara dengan warga dan kepala kelurahan jingglong


Sabtu, 31 Mei 2025

TEMPAT KERAMAT DI BLITAR Part I

    

    Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Salam Sejahtera bagi kita semua, Rahayuu. Halo pecinta wisata religi yang sedang membaca, selamat datang di blog Petouring Blitar. Pada part kali ini akan membahas seputar beberapa tempat keramat yaa. yukk yukk dibacaaa dan dilihat sampai habisss yaaa.... 

    Tempat keramat atau bisa disebut dengan tempat sakral atau bisa pula katakan tempat yang memiliki memiliki aura religius. Di Blitar raya terdapat banyak tempat yang memiliki nilai sakral yang banyak sekali, meliputi petilasan, sadranan, makam cikal bakal, makam tokoh berpengaruh ataupun sebuah bangunan bersejarah seperti candi. Berikut ini akan saya sebutkan beberapa tempat keramat yang berada di Blitar khususnya ;

1. Makam Mbah Mungkung

Alamat: Desa Wonorejo, Talun.

Makam Mbah Mungkung

2. Sadranan Kawisari

Alamat: Perkebunan Kawisari, Semen, Gandusari.

Sadranan Kawisari

3. Makam Eyang Iroredjo

Alamat: Bangsri, Nglegok.

Makam Eyang Iroredjo

4. Makam Mbah Boneng

Alamat: Sananwetan, Kota Blitar.

Makam Mbah Boneng

5. Makam Mbah Jegur

Alamat : Soso, Gandusari.

Makam Mbah Jegur

6. Petilasan Mbok Rondo Kuning 

Alamat: Nglegok.

Petilasan Mbok Rondo Kuning Nglegok

7. Sadranan Mbah Slumbung

Alamat : Plampangan, Jugo, Kesamben.

Sadranan Mbah Slumbung

8. Makam Mbah Solo

Alamat : Sananwetan, Kota Blitar

Makam Mbah Solo

9. Makam Eyang Sungkem

Alamat : Jajar, Talun.

Makam Eyang Sungkem

10. Sadranan Mbah Tugu

Alamat : Tambakan, Gandusari.

Sadranan Mbah Tugu

11. Makam Raden Kertojaman

Alamat : Gunung Betet, Sutojayan. (baratnya Pom Kedungbunder)

Makam R. Kertojaman

12. Petilasan Gadhung Melati

Alamat : Karanganyar, Modangan, Nglegok.

Petilasan Gadhung Melati

13. Makam Eyang Djojodigdo

Alamat : Jln Melati, Kepanjenkidul, Kota Blitar.

Makam Eyang Djojodigdo

14. Punden Mbah Gentong

Alamar : Duren, Talun.

Punden Mbah Gentong

15. Punden Tunggal Wulung

Alamat : Menjangan Kalung, Slorok, Garum.

Punden Tunggal Wulung

16. Punden Mbah Reco

Alamat : Jatinom, Kanigoro.

Punden Mbah Reco

17. Punden Mbah Bodho

Alamat : Bodhoan, Nglegok.

Arca Mbah Bodho

18. Sadranan Ringinjejer / Candi Ringinjejer

Alamat : Ringinanyar, Ponggok.

Sadranan Ringinjejer

19. Makam Mbah Brawijaya

Alamat : Mronjo, Selopuro.

Makam Mbah Brawijaya

20. Makam Mbah Kasan Bendo

Alamat : Bendo, Kepanjenkidul, Kota Blitar.

Makam Mbah Bendo

21. Punden Mbah Mendung

Alamat, Sukosewu, Gandusari.

Punden Mbah Mendung

22. Punden Selotumpuk

Alamat : Sengon, Ngadirenggo, Wlingi.

Punden Selotumpuk

23. Punden Palulo

Alamat : Palulo, Nglegok.

Punden Palulo

24. Makam Eyang Abu Hanifah

Alamat : Selokajang, Srengat.

Makam Eyang Abu Hanifah

25. Sadranan Urung-Urung

Alamat : Sukosewu, Gandusari.

Sadranan Urung-Urung




    Terima kasih sudah membaca beberapa tulisan sedikit dan dokumetasi terkait wisata religi atau tempat keramat part I yang berada di Blitar ini. Di tunggu unggahan berikutnya yaa yang jelas akan lebih menarik lagii. Sekian terima kasih, Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh dan Salam Rahayuu...

Write : Dhika Rifqi

Jangan Lupa Follow Juga Media Sosial Kami

    Youtube : Dhika Rifqi               
    Instagram : Dh_rifqi                 
    Facebook : Dhika Rifqii            
    Tik Tok : Dh_rifqi / Dh_kreasi 
    Snackvideo : Dh_rifqi               

Sabtu, 07 November 2020

Sejarah Pra-Desa Minggirsari Terbentuk

Sebelum saya ke ulasan mengenai bab Sejarah pra minggirsari tentunya ada yang perlu kalian ketahui bahwa arti kata Pra adalah sebelum. Jadi pada ulasan saya ini mengulas mengenai Sejarah terbentuknya Dusun Lama sebelum menjadi sebuah Desa Minggirsari ini . 

Konon cerita Dulu Desa Minggirsari ini merupakan sebuah hutan belantara . Di masa Perang Pangeran Diponegoro berlangsung di daerah Blitar, banyak prajurit prajurit nya yang berlari dan berpencar di berbagai penjuru hingga mereka bisa membangun kehidupan sendiri atau bisa disebut membabad sebuah perkampungan sendiri . 

Pada suatu ketika ada seorang prajurit bersama istri dan pengawalnya singgah di bukit Kecil  pinggir sebuah aliran Sungai Kecil, beliau adalah Bahu Yudho bersama istri dan pengawal yang sedang membawa kuda . Pada Waktu singgah di tempat tersebut mungkin beliau merasa nyaman lalu dimulai lah membangun sebuah peradaban. Sebelum membangun beliau membuat tempat untuk menyencang kudanya di bukit Kecil itu ( dulu bukit Kecil ini dijuluki bukit " Cencangan Kudane Mbah Bahu Yudho " , untuk kondisi sekarang sudah tidak berbentuk bukit Kecil melainkan sudah rata ) 

Pada Waktu Bahu Yudho sudah memulai membabad sebuah perkampungan dan Mulai rame masyarakat, akhirnya beliau menamai Dusun ini dengan nama " Dusun Bakalan " yang berarti Cikal Bakalnya berawal dari sini . 

Setelah Dusun Bakalan terbentuk muncul lagi nama Dusun yang bernama Ngrempak entah itu pecahannya Dusun Bakalan atau mungkin Dusun Baru. Untuk nama Ngrempak sendiri konon berasal dari Kata Apak.  Kata Apak sendiri merujuk kepada sebuah pohon yang hampir mirip seperti Beringin namun berbeda dari kontur daun, akan dan buahnya. Lokasi pohon ini terletak di pinggir barat sebuah mata Air yang warga lokal menyebutkan " Mbelik ". Mungkin saja Dusun Ngrempak dulu adalah Daerah sekitar Mbelik tersebut. 

Mbelik 

Pohon Apak atau Beringin Kimeng 


Setelah Sukses membangun Dusun Bakalan , lalu Bahu Yudho melebarkan area kekuasaan nya ke arah timur dalam bahasa Jawa disebut " Mbrentek ngetan " , dan kekuasaan yang melebar ke arah timur inilah awal dari nama Dusun Brintik (pada versi tutur)  

Pada saat Dusun Brintik sudah terbentuk perkampungan, ada sebuah cerita konon diutara Dusun Brintik ini terdapat sebuah pekarangan yang ditumbuhi banyak Pohon Kendal . Setelah itu mungkin dijadikan pemukiman Baru yang bernama Dusun Karangkendal atau Karang e wit kendal . 

Mungkin itu saja cerita yang dapat saya sampaikan mengenai Sejarah Pra-Desa Minggirsari yang bersumber dari cerita tutur warga lokal serta sebuah bukti adanya sebuah makam kuno , pohon dan mata Air . Dan Ingat ini cerita tutur dan masih perlu banyak pertimbangan dan kajian yang lebih mendetail . 

Nampak jauh Makam Mbah Bahu Yudho 

Nampak Dekat Makam Mbah Bahu Yudho 


Untuk kegiatan acara rutin di Makam Mbah Bahu Yudho ini dilaksanakan setiap Malem Jum'at Legi 



Write: Rifqi Oktavius 

Partisipant dan Matur Nuwun kepada Sesepuh Desa dan Pemuda Dusun Ngrempak 

TEMPAT KERAMAT DI KECAMATAN NGLEGOK BLITAR

    Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Salam Sejahtera bagi kita semua, Rahayuu. Halo pecinta wisata religi yang sedang membac...